HOW TO BE GOOD SPEECH

FOLLOW UP PIDATO 2021

( Bidang Keahlian UKM IPRI UM 2021)

Halo IPRI-ers, wah sudah awal bulan April nih. Di awal bulan ini, mari kita mulai dengan belajar tentang Eye Contact on Public Speaking. IPRI-ers tau gak nih, kalau eye-contact adalah hal yang pertama kali dilihat oleh orang lain. Dalam pelaksanaan kegiatan public speaking utamanya pidato, eye-contact merupakan hal krusial yang harus dikuasai. Namun, masih banyak tentunya teman-teman yang justru menghindari eye-contact jika sedang berbicara dengan mitra tutur. Pada pelaksanaannya, justru eye-contact sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Karena dengan memberikan eye-contact yang benar dapat membuat mitra tutur kita merasa diapresiasi. Dengan hal ini kita dapat membuat katup pengetahuan mereka terbuka dan siap untuk menerima informasi yang kita berikan.

Eye-contact juga merupakan hal yang akan membuat kesan pertama tergambar dari cara kita menatap, dan hal ini dapat berdampak pada loyalitas masing-masing individu. Nah, kalau IPRI-ers masih bingung, bagaimana sih cara menerapkan eye-contact ini dengan baik. Ini dia beberapa tips untuk menerapkan eye-contact.

  1. Pandang mitra tutur dengan apresiasi yang baik. Jika mitra tutur merasa diapresiasi mereka juga akan lebih percaya kepada kita dan juga kita akan lebih mudah untuk menyampaikan maksud dan tujuan yang kita inginkan.
  2. Berlatih secara rutin. Melakukan eye-contact tidak hanya bisa dilakukan saat kita melakukan public speaking Namun, IPRI-ers juga bisa melakukan hal ini ketika berbicara dengan teman, saudara, atau orang tua. Jika kita sudah terbiasa melakukan eye-contact dalam kehidupan sehari-hari, maka kita juga akan terbiasa melakukannya saat melakukan public speaking. Hal yang terpenting adalah kita jangan terlalu nyaman menjadi diri sendiri, tetapi kita juga harus mencoba memberikan apa yang diinginkan audiens kita.

Selain eye-contact, salah satu hal yang juga harus diperhatikan dalam public speaking adalah body language. Body language ini sangat berdampak kisaran 53% dalam menyampaikan sesuatu pada orang lain. Dalam hal ini, kita harus memperhatikan 6 hal yang harus kita perhatikan dalam body language. Yang pertama adalah gerakan kepala. Gerakan kepala seperti mengangguk-angguk akan membuat mitra tutur kita merasa diapresiasi. Yang kedua adalah eye-contact, seperti yang sudah kita bicarakan diawal tadi. Yang ketiga adalah ekspresi suara dan ekspresi wajah. Selain ekspresi wajah yang tentunya sudah familiar ditelinga kita, ada juga nih yang namanya ekspresi suara. Ekspresi suara adalah dengan menambahkan kesan saat kita bersuara atau menyampaikan infromasi. Hal ini lah yang membuat pendengar kita mengerti suasana seperti apa yang ingin kita sampaikan. Yang keempat adalah gesture. Gesture ini diperlukan agar audiens kita merasa nyaman dan juga membuat mereka merasa bahwa kita menguasai materi yang kita sampaikan. Yang kelima adalah posisi badan. Posisi badan kita harus pas, tidak boleh terlalu disamping atau terlalu maju, agar audiens kita juga nyaman ketika melihat kita menyampaikan public speaking. Yang terakhir adalah pergerakan. . Saat menyampaikan public speaking, kita tentunya memperhatikan gerakan-gerakan yang kita lakukan. Jangan hanya berdiri ditempat tanpa melakukan gerakan apapun, namun gerakan yang berlebihan juga tidak baik. Jadi, memberikan tambahan gerakan seperlunya sangat diperlukan dalam public speaking.

DOKUMENTASI

 

new nike football boots 2012 2017 – 002 – Nike Air Max 270 ESS Ανδρικά Παπούτσια Γκρι / Λευκό DM2462 | SBD – 100 Release Date – nike air yeezy brown pink blue eyeshadow black Tech Grey CT8527 – nike swoosh shoes high cut women black dress boots

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *